Apa?
Gumamku pada waktu setengah malam, melepas semua resah tentang aku pun yang tiada tahu menafsirkan rasa. Rasa seorang puan, tentang bermakna kehampaan? atau tentang sebuah kecemasan? Entahlah. Hirup asap rokok yang memuakan, tentang kepulan ribuan keruh yang mneyeluruh. Ah pikirku penat saja. Penat akan kecemasan? layaknya anak kecil yang kehilangan sentuh kegemberiaan. Biru, suasana apa saja terpapar namun redam, membias pikirku dalam kacamata tua yang usang. Sendu, haru dan Biru gambarku pada suasana menjalani waktu yang bergelimpangan, kerinduan akan rasa senantiasa didamba walaupun entahlah esensi cinta sendiri itu apa. tak bisa digambar atau diungkapkan. cukup menjalani dan merasakan. Bertuah sekali kata cinta itu menurutku tentang sekepul masalah yang rapuh yang bisu menyeruak untuk diucap. Ah manusia rapuh, otakmu tak mau bersinergi dengan rasamu gumamku sembari melepas asap. Namun apabila engkau pagi yang mendamba matahari, sedangkan aku malam yang mendamba bulan? ...