Salam Terakhir
Sesekali aku menjenguk berandamu tempatku berbagi, tempatku pulang atau tempatku berteduh
Berandamu itu yang kutuju dalam perempat waktu khayalku sedang merindu
Gelandangan bak tunawisma tapak tergelncir dari pijak, tersapu dari rindu dan terpinggirkan tatkala menepi
Jingga senja tak lagi berbinar tak berpendar, tak terbayar tertutup abu balut satir waktu.
Puanku; berandamu kini terabaikan bolehkah aku mengajukan sebagai pemilik beranda itu, Lagi?
https://instagram.com/p/BRXvMLlghIrMwNKOgYfV7XLAkkz9yzYmtman7U0/
Berandamu itu yang kutuju dalam perempat waktu khayalku sedang merindu
Gelandangan bak tunawisma tapak tergelncir dari pijak, tersapu dari rindu dan terpinggirkan tatkala menepi
Jingga senja tak lagi berbinar tak berpendar, tak terbayar tertutup abu balut satir waktu.
Puanku; berandamu kini terabaikan bolehkah aku mengajukan sebagai pemilik beranda itu, Lagi?
https://instagram.com/p/BRXvMLlghIrMwNKOgYfV7XLAkkz9yzYmtman7U0/

Komentar
Posting Komentar