My Boss My Hero




Pahlawan-ku, ia tak susah-susah berperang beradu dengan pelor dimedan perang. Ia tak perlu jubah atau mempunyai kekuatan super untuk menyelamatkan bumi dari gempuran monster. Ia pahlawan dalam hidupku, dengan kesedeharnaan dan keramahanya yang senantiasa membuatku takjub hingga saat ini. Senyumnya yang selalu kudamba setiap pulang kekampung halaman ini.

Ia pula yang mengajariku untuk menapaki jalan ini, sedari umur 1 tahun sampai 21 tahun sekarang. Ia juga yang tak pernah lelah mengajari indahnya hidup dalam balutan kedamaian. Walaupun sekarang ia hidup sendiri; sebab sewaktu aku masih dalam sekolah dasar kiranya kelas 3, mbah putri berpulang ke "rumah" karena sakit. Namun, Ia tetap tegar menjadi imam keluarga kecilnya dengan sahaja, tawa dan tentunya sederhana. Aku bahagia bisa tumbuh besar seperti ini karenanya.

Perkenalkan, beliau adalah mbah atau eyangku. Ia yang merawatku sedari balita sampai sekarang menuju tua. Di umurnya yang sudah terbilang tidak muda, ia selalu bisa tampak sahaja. Ia ayah dari ibuku, ia yang merawatku karena dahulu orangtuaku terlalu repot jika memilhara 2anak kembar. Akhirnya aku yang ikut mbah dan adikku dengan orang tuaku. Tak apa, aku bahagia. Ia adalah orang tua keduaku tapi ia yang mengajariku untuk hidup.

Teruntuk; Papa (Panggilanku terhadap beliau) Sehat selalu, anakmu yang sedang beranjak tua ini perlahan tengah menyusun teka teki untuk belajar untuk lebih baik. Kuharap aku bisa menua sepertimu bahagia, dan tetap mengupayakan untuk sebuah tawa dalam menjalani kehidupan yang terjal ini dengan ikhlas. Aku mencintaimu papa, panjang umurmu selalu terselip dalam doaku untukmu sehat selalu papa.


Kebumen, 11 februari 2017.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mawar yang telah lalu.