Kembali.

Mari menata bangku yang berantakan itu, menata bangku yang kiranya jatuh berserakan karena badai tempo lalu.
Kiranya badai itu hadir karena kita undang sebab; Kita menginjinkan badai itu mengaduk semuanya.

Apa tindakmu setelah itu? Menata ulang atau mengkaji untuk tanggal?

Akankah badai itu berganti? Lantas Tuhan mengijinkan hujan datang untuk meneduhkan? Apa Tuhan menggariskan keindahan dalam kehampaan.

Tuhan; Ketiadaan ini semoga lekas ada.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mawar yang telah lalu.