Apa?
Sendu, haru dan Biru gambarku pada suasana menjalani waktu yang bergelimpangan, kerinduan akan rasa senantiasa didamba walaupun entahlah esensi cinta sendiri itu apa. tak bisa digambar atau diungkapkan. cukup menjalani dan merasakan. Bertuah sekali kata cinta itu menurutku tentang sekepul masalah yang rapuh yang bisu menyeruak untuk diucap. Ah manusia rapuh, otakmu tak mau bersinergi dengan rasamu gumamku sembari melepas asap.
Namun apabila engkau pagi yang mendamba matahari, sedangkan aku malam yang mendamba bulan? apakah kita satu kesatuan? atau satu yang mencoba untuk padu? Kuharap batasan itu tidak membatasi -kita.
Padamu, sepenuh harap dan doa. Biarkan aku merindu, merindu akanmu tentang harap.
Komentar
Posting Komentar