Manusia, Peradaban dan Zaman.
Diantara lelap sadar, pengap! Gemuruh riuh bisik manusia diantara koloninya dengan segala doanya, manusia bercengkrama bercinta dengan sekitarnya.
Ah tuhan, puan.. Aku rindu berduaan dehgan segalanya yang segala bisa membuat ada. Filsafah dengan alam, diskusi dengan angin malam. Oh rembulan segala puan dan tuhan perpaduan dengan kehidupan.
Di sudut perempatan jalan perlahan menaiki kuda roda dua, di sinari mentari bulan yang sayup redup mulailah terlihat riuh peradabaan yang sejenak perlahan mulai pinar nanar memancar kononilial yang mulai hingar bingar. Sinar keemasan lampu jalan tegak kokoh pembatas jalan dengan segala dagangan yang memenuhi jalan. Ah sudah, Pikirku memang sudah peradabaan yang mulai termakan jalan ataukah termakan oleh kehidupan mungkin zaman.
Semoga saja, senatiasa bersahaja. Manusia, Alam dan Peradaban.
Ah tuhan, puan.. Aku rindu berduaan dehgan segalanya yang segala bisa membuat ada. Filsafah dengan alam, diskusi dengan angin malam. Oh rembulan segala puan dan tuhan perpaduan dengan kehidupan.
Di sudut perempatan jalan perlahan menaiki kuda roda dua, di sinari mentari bulan yang sayup redup mulailah terlihat riuh peradabaan yang sejenak perlahan mulai pinar nanar memancar kononilial yang mulai hingar bingar. Sinar keemasan lampu jalan tegak kokoh pembatas jalan dengan segala dagangan yang memenuhi jalan. Ah sudah, Pikirku memang sudah peradabaan yang mulai termakan jalan ataukah termakan oleh kehidupan mungkin zaman.
Semoga saja, senatiasa bersahaja. Manusia, Alam dan Peradaban.
Komentar
Posting Komentar